aku tak pernah tahu,
kenapa di setiap judul nafasku bertuliskan memorimu
kenapa di setiap jeda langkahku memilih namamu
kenapa di setiap desahan kata yang terucap hanyalah penggalan-penggalan cinta yang tak kunjung pudar...
aku letih menatap kota memorimu....
berkhayal dengan sejuta impian bahwa tanganmulah yang memelukku kala itu.
hingga akhirnya aku tak pernah tahu,
bahwa hanya kelammu yang menghiasi kesedihan kali ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar