aku kangen kamu, sayang...
yah,
hanya secarik kata ini yang kutemui di antara seribu huruf yang berserakan di otakku. entah... hanya ensamble namamu yang kuingat saat waktu menggulirkan hari pelan-pelan.ada segelintir kerinduan, mengerat detak-detak nadiku sejak dini itu, ketika kau meninggalkan jejak kebisuan di sepanjang kamarku.
sejenak, candu dan cumbu bergerak memutar di relung yang patah. sedikit bisu kembali menghantui ketika namamu mendesak untuk kusapa.
deraian tangis pun kembali teruntai. dan kali ini, hanya untukmu.
rasa inikah yang harus ku aborsi?
(membiarkan benci membiusku hingga terlelap kala mengaborsi cintamu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar