Selasa, 20 Juli 2010

ANDAI RASA ITU HILANG-WARNA


Kau pernah katakan rasa rindu, semua hanya padaku
Kau juga ungkapkan rasa sayang, 'tuk yakinkan hati ini

Mengapa kini tiada sehangat seindah dulu
Andai rasa itu pergi, salahkah aku dengan s'gala anganku
Andai rasa itu hilang, biarkan aku rasakan indah cinta dalam hati saja

Mengapa kini tiada sehangat seindah dulu
Andai rasa itu pergi, salahkah aku dengan s'gala anganku
Andai rasa itu hilang, biarkan aku rasakan indah cinta dalam hati saja

Kucoba (kucoba) menghapus bayang-bayang
Masihku bertanya
Oh adakah arti aku menunggu
Bila semua ini tak menentu, 'ku ragu

Salahkah aku dalam s'gala anganku
Andai rasa itu hilang, biarkan aku rasakan indah cinta dalam hati saja

Andai rasa itu pergi (andai rasa 'tu pergi), salahkah aku dengan s'gala anganku
Andai rasa itu hilang, biarkan aku rasakan indah cinta dalam hati saja

Indahnya cinta... Dalam hati saja...

Senin, 16 November 2009

~ IN MEMORIAM ~

untaian kalimat yang kini terkubur:

* cintaqhuuw
* much much
* muachhhhh
* yankz, yonkz
* odhonk
* maaf ya... ( iia, saia maafkan... ^^ )
* miss u
* bilang apa? -terimakasih... ^^
* pluk..pluk..
* mas...
* kangen tow?
and all about u...

rasanya rindu sama kenyamanan yang dulu... rasa bahagia dan senang, selalu datang tiap kali qta maw ketemu... pertemuan tiap satu minggu sekali...

warnet aa-muntilan
kosnya a****
studio


" Manajemen Rindu", katamu.
kata yang selalu kamu ucapkan tiap kali aku bilang " kangen"
" ade yang dikit santai napa?"
" cuma ade yang bisa ngertiin aa, gampang buatQ nyari yang lebih cantik dari qmu... cuma, pasti gag ada yang bisa ngertiin q melebihi qmu.."
" aa nyaman sama ade, q gag akan pernah menikahi cewek lain, sampe romo setuju sama pernikahan qta, cuma banyak hal yang membuat qta harus pisah sekarang..."

************

ALVINO HEIDY HANIAN
-nama Quran yang kau pilihkan untuk cinta kita-

( menantikan saat-saat kapan masa itu kembali... )

CATATAN KE 46

46 paku pesakitan kembali kau salibkan
membentuk rongga-rongga tak bertuan
membiarkan sebongkah sesal datang saat aku menghampiri engkau sebagai
kekasihku

sedih kembali meruak sore ini
menaburkan bunga ke 46, kala aku merongrong masuk di sangkar terakhirmu
dan kau terpaku senyap
tak ada tangis ketika kamboja menurunkan secarik bulunya untuk kau hirup
dan begitupun aku

aku rindu, sayang.
46 rupa sudah beralih menjadi engkau
46 bayangan menjadi memoar tanpamu
46 nocturno mengalun
jatuh bersama rintik terakhir
sore ini

dan rinduku yang pudar





JOGJA,

17 november 2009

SAYAP-SAYAP PATAH

Wahai langit .... Tanyakan pada-Nya
Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini. Begitu rapuh dan mudah terluka, saat dihadapkan dengan duri-duri cinta.Begitu kuat dan kokoh,Saat berselimut cinta dan asa


Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini ,mengisi kekosongan di dalamnya
menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih ,menimbulkan segudang tanya, menghimpun berjuta asa , memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa, menghimpit bayangan, menyesakkan dada, tak berdaya melawan gejolak yang menerpa.


Wahai ilalang ....
Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini ?

Mengapa kau hanya diam?
Katakan padaku ....
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini. Sesuatu yang dibutuhkan raga ini .... Sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali


Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga


Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana, menunggumu dengan setia
menghargai apa arti cinta
hati terjatuh dan terluka, merobek malam menoreh seribu duka


Kukepakkan sayap - sayap patahku mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu Di sudut hati yang beku
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan



Sebelum hilang diterpa angin, sambil terduduk lemah ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu

Ingin ku rengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati, hanya bayangan yang ku dapat
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya

Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini

Ia telah patah
Tertusuk duri yang tajam
Hanya bisa meratap
Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan

Sabtu, 31 Oktober 2009

Aborsi Rasa 2

aku kangen kamu, sayang...


yah,
hanya secarik kata ini yang kutemui di antara seribu huruf yang berserakan di otakku. entah... hanya ensamble namamu yang kuingat saat waktu menggulirkan hari pelan-pelan.ada segelintir kerinduan, mengerat detak-detak nadiku sejak dini itu, ketika kau meninggalkan jejak kebisuan di sepanjang kamarku.

sejenak, candu dan cumbu bergerak memutar di relung yang patah. sedikit bisu kembali menghantui ketika namamu mendesak untuk kusapa.
deraian tangis pun kembali teruntai. dan kali ini, hanya untukmu.

rasa inikah yang harus ku aborsi?


(membiarkan benci membiusku hingga terlelap kala mengaborsi cintamu)

buih emosi

berteman asap CO2, jariku mulai memencet tuts keyboard untuk mengenali siapa kamu dan seribu bayangan yang menghiasi dinding-dinding peraduan.kembali namamu merajuk dalam satu memoar yang indah namun begitu semu untuk kuraih.entahlah... ada sejuta rindu memuncak ketika aku menatap goresan tanganmu yang kesekian kalinya.


masihkah ada sengatan bayang-bayangku yang kau simpan sejak pertemuan yang kesekian?

abu-abu kutatap parasmu dalam bayang pekat yang kupoles sejak dini malam itu. mungkin aku, ataukah kau yang sudah lelah berpelangi dengan cinta kita, sayang... hanya desiran angin semalam yang membelai rambutku untuk kembali kutiupkan pada jendela kamarmu sepanjang hujan sore ini. dan kutahu, takkan pernah kau membuka jendela itu.

jeritkanlah, aku yang merapuh tanpa lukisan jejakmu.

biarkan titik-titik buih menghapus rasa yang tak bermuara ini.biarkan hanyut tertelan ombak pesakitan dan lenyap.


(untuk seseorang, yang mungkin sudah terlambat untuk kukatakan bahwa aku mencintainya kini)

Kamis, 29 Oktober 2009

AKU INGIN


aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yag tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu...

aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada....

Selasa, 27 Oktober 2009

Alhamdulillah, ya Allah...


akhirnya jadi juga blog ini.. tempat menuangkan segala keluh kesah yang ada, setelah sekian lama terpendam kabut sunyi... hihiw... :)

alhamdulillah....

akhirnya impian untuk kembali menulis script2 yang sempat berantakan dan terserak entah kemana bisa terkumpul lagi dalam satu judul: " DHE'ZLALOVA"... ummppphh... i love you so much ....
hasrat yang sudah lama dikubur (hidup-hidup... bergghhh !!! ) akhirnya bisa tertuang lagi... senengnya... senengnyaaaaa...... :D

rasanya banyak yang pengen ditulis..
tentang kehidupan mengerikan yang suram, yang akhirnya (alhamdulillah lagi...) bisa terlewati.. *walaupun masih terseok-seok menyembuhkan luka-luka yang parah*...
tentang sang putra mahkotaQ satu-satunya... (karena terserang gejala kista dan kemungkinan untuk tidak mempunyai anak lagi...apakah dokter itu salah mendiagnosa ya? i hope so...cz harus secepat'n operasi pengangkatan rahim... duuuuuuuhhhhh, knapa jadi begini ya?)
tentang cintaQhuw yang -untuk sementara ini- masih berpisah jauh dariku... * surabaya... *

mudah2an semua bisa berjalan lancar dan tiada hambatan...
amin.

^_^ *dhe'zlalova*
aku tak pernah tahu,
kenapa di setiap judul nafasku bertuliskan memorimu
kenapa di setiap jeda langkahku memilih namamu
kenapa di setiap desahan kata yang terucap hanyalah penggalan-penggalan cinta yang tak kunjung pudar...

aku letih menatap kota memorimu....

berkhayal dengan sejuta impian bahwa tanganmulah yang memelukku kala itu.

hingga akhirnya aku tak pernah tahu,
bahwa hanya kelammu yang menghiasi kesedihan kali ini...