46 paku pesakitan kembali kau salibkan
membentuk rongga-rongga tak bertuan
membiarkan sebongkah sesal datang saat aku menghampiri engkau sebagai
kekasihku
sedih kembali meruak sore ini
menaburkan bunga ke 46, kala aku merongrong masuk di sangkar terakhirmu
dan kau terpaku senyap
tak ada tangis ketika kamboja menurunkan secarik bulunya untuk kau hirup
dan begitupun aku
aku rindu, sayang.
46 rupa sudah beralih menjadi engkau
46 bayangan menjadi memoar tanpamu
46 nocturno mengalun
jatuh bersama rintik terakhir
sore ini
dan rinduku yang pudar
JOGJA,
17 november 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar