Senin, 16 November 2009

~ IN MEMORIAM ~

untaian kalimat yang kini terkubur:

* cintaqhuuw
* much much
* muachhhhh
* yankz, yonkz
* odhonk
* maaf ya... ( iia, saia maafkan... ^^ )
* miss u
* bilang apa? -terimakasih... ^^
* pluk..pluk..
* mas...
* kangen tow?
and all about u...

rasanya rindu sama kenyamanan yang dulu... rasa bahagia dan senang, selalu datang tiap kali qta maw ketemu... pertemuan tiap satu minggu sekali...

warnet aa-muntilan
kosnya a****
studio


" Manajemen Rindu", katamu.
kata yang selalu kamu ucapkan tiap kali aku bilang " kangen"
" ade yang dikit santai napa?"
" cuma ade yang bisa ngertiin aa, gampang buatQ nyari yang lebih cantik dari qmu... cuma, pasti gag ada yang bisa ngertiin q melebihi qmu.."
" aa nyaman sama ade, q gag akan pernah menikahi cewek lain, sampe romo setuju sama pernikahan qta, cuma banyak hal yang membuat qta harus pisah sekarang..."

************

ALVINO HEIDY HANIAN
-nama Quran yang kau pilihkan untuk cinta kita-

( menantikan saat-saat kapan masa itu kembali... )

CATATAN KE 46

46 paku pesakitan kembali kau salibkan
membentuk rongga-rongga tak bertuan
membiarkan sebongkah sesal datang saat aku menghampiri engkau sebagai
kekasihku

sedih kembali meruak sore ini
menaburkan bunga ke 46, kala aku merongrong masuk di sangkar terakhirmu
dan kau terpaku senyap
tak ada tangis ketika kamboja menurunkan secarik bulunya untuk kau hirup
dan begitupun aku

aku rindu, sayang.
46 rupa sudah beralih menjadi engkau
46 bayangan menjadi memoar tanpamu
46 nocturno mengalun
jatuh bersama rintik terakhir
sore ini

dan rinduku yang pudar





JOGJA,

17 november 2009

SAYAP-SAYAP PATAH

Wahai langit .... Tanyakan pada-Nya
Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini. Begitu rapuh dan mudah terluka, saat dihadapkan dengan duri-duri cinta.Begitu kuat dan kokoh,Saat berselimut cinta dan asa


Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini ,mengisi kekosongan di dalamnya
menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih ,menimbulkan segudang tanya, menghimpun berjuta asa , memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira

Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa, menghimpit bayangan, menyesakkan dada, tak berdaya melawan gejolak yang menerpa.


Wahai ilalang ....
Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini ?

Mengapa kau hanya diam?
Katakan padaku ....
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini. Sesuatu yang dibutuhkan raga ini .... Sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali


Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga


Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana, menunggumu dengan setia
menghargai apa arti cinta
hati terjatuh dan terluka, merobek malam menoreh seribu duka


Kukepakkan sayap - sayap patahku mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu Di sudut hati yang beku
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan



Sebelum hilang diterpa angin, sambil terduduk lemah ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu

Ingin ku rengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati, hanya bayangan yang ku dapat
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya

Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini

Ia telah patah
Tertusuk duri yang tajam
Hanya bisa meratap
Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan